Sabtu, 15 Februari 2014
Sakit kepala bisa disebabkan oleh banyak hal,
diantaranya tumor, infeksi, tekanan darah tinggi, penyakit di mata, radang
telinga, migrain dan lain-lain. Bahkan, beberapa jenis makanan juga bisa
menyebabkan sakit kepala. Makanan-makanan yang bisa menyebabkan sakit kepala
adalah keju yang sudah lama, zat tambahan (seperti MSG, pemanis buatan, pewarna
buatan, dan lainnya), coklat, alkohol, dan kafein.
Kekurangan nutrisi juga dapat menjadi penyebab sakit kepala. Maka dari itu untuk mengatasi ada baiknya Anda memenuhi kebutuhan nutrisi berikut ini sebelum membeli obat sakit kepala:
Magnesium
Kadar magnesium yang rendah juga sering memicu sakit kepala. Magnesium sendiri merupakan sumber mineral dan menghasilkan energi bagi tubuh. Ada baiknya untuk selalu memasukkan sayuran hijau dalam menu harian, selain secara teratur mengonsumsi suplemen.
Vitamin B2
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ahli kesehatan mengatakan, asupan cukup vitamin B2 mengurangi serangan sakit kepala, terutama migrain. Dr. Mikolai, Kepala Residen di National College of Natural Medicine, Portland, Oregon, juga menyarankan untuk mengonsumsi sekitar 400 mg vitamin B2 setiap hari. Saat migran, terjadi penurunan output energi di bagian belakang otak. Vitamin B2 membantu sel untuk mempertahankan output energi. Selain melalui suplemen, Anda juga bisa mendapatkan asupan vitamin B2 dalam almond, jamur, gandum, dan kacang kedelai. Baca juga: Sumber Vitamin B2 (Riboflavin)
Vitamin D
Paparan sinar matahari juga dapat membantu membangun energi tubuh dan meningkatkan kekebalan tubuh alami. Termasuk menolak nyeri. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan rasa sakit kronis. Dosis standar untuk vitamin D adalah 2.000 mg per hari, meskipun dalam banyak kasus, diperlukan lebih banyak. Atau, hanya mengonsumsi susu segar setiap hari. Baca juga: Sumber Vitamin D (Kalsiferol)
Kekurangan nutrisi juga dapat menjadi penyebab sakit kepala. Maka dari itu untuk mengatasi ada baiknya Anda memenuhi kebutuhan nutrisi berikut ini sebelum membeli obat sakit kepala:
Magnesium
Kadar magnesium yang rendah juga sering memicu sakit kepala. Magnesium sendiri merupakan sumber mineral dan menghasilkan energi bagi tubuh. Ada baiknya untuk selalu memasukkan sayuran hijau dalam menu harian, selain secara teratur mengonsumsi suplemen.
Vitamin B2
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ahli kesehatan mengatakan, asupan cukup vitamin B2 mengurangi serangan sakit kepala, terutama migrain. Dr. Mikolai, Kepala Residen di National College of Natural Medicine, Portland, Oregon, juga menyarankan untuk mengonsumsi sekitar 400 mg vitamin B2 setiap hari. Saat migran, terjadi penurunan output energi di bagian belakang otak. Vitamin B2 membantu sel untuk mempertahankan output energi. Selain melalui suplemen, Anda juga bisa mendapatkan asupan vitamin B2 dalam almond, jamur, gandum, dan kacang kedelai. Baca juga: Sumber Vitamin B2 (Riboflavin)
Vitamin D
Paparan sinar matahari juga dapat membantu membangun energi tubuh dan meningkatkan kekebalan tubuh alami. Termasuk menolak nyeri. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan rasa sakit kronis. Dosis standar untuk vitamin D adalah 2.000 mg per hari, meskipun dalam banyak kasus, diperlukan lebih banyak. Atau, hanya mengonsumsi susu segar setiap hari. Baca juga: Sumber Vitamin D (Kalsiferol)
Obat Sakit Kepala Tradisional
Selain menggunakan obat-obatan kimia, sakit kepala juga bisa diobati dengan ramuan tradisional seperti berikut ini:
Bunga Matahari
Bahan: Sediakan 30 gram bunga matahari, 10 gram jahe, 1 butir telur ayam, dan 600 cc air bersih.
Cara pengobatan: Semua bahan direbus dalam 600 cc air hingga tersisa 300cc. Telur ayam dibiarkan tetap utuh. Airnya diminum dan telurnya dimakan setelah makan nasi. Lakukan pengobatan ini secara rutin 2 kali sehari.
Bunga Kenanga
Bahan: Sediakan 15 gram bunga kenanga, 15 gram jahe, dan air bersih sebanyak 400 cc.
Cara pengobatan: Jahe dicuci bersih dan diiris-iris, kemudian direbus bersama bunga kenanga dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc. Saring airnya kemudian diminum selagi masih hangat.
Daun Alpukat
Bahan: Sediakan tiga hingga empat lembar daun alpukat segar, dan segelas air panas.
Cara pengobatan: Daun alpukat segar dicuci hingga bersih, kemudian diseduh dengan 1 gelas air panas. Setelah dingin, airnya diminum satu kali sehari sebanyak satu gelas.
Daun Kayu Putih
Bahan: Sediakan 10 sampai 15 gram daun kayu putih dan 3 gelas air bersih.
Cara pengobatan: Daun kayu putih direbus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Kemudian airnya diminum selagi masih hangat. Lakukan pengobatan ini secara rutin satu kali sehari.
Kompres es batu
Beberapa jenis sakit kepala, seperti migrain, bisa sembuh ketika 'didinginkan'. Caranya tentu dengan mengompres menggunakan es batu. Bungkus es batu dalam wadah kecil atau handuk kering, kemudian tempelkan pada kening. Biarkan seperti itu hingga 15 menit. Ulangi lagi dengan jeda waktu agak lama, sekitar 15 menit.
karya ilmiah obat batuk
Batuk merupakan penyakit yang umum
diderita oleh semua orang di belahan dunia mana pun. Seperti sakit
kepala atau sakit
perut, setiap
orang pasti pernah mengalami batuk.
Batuk sendiri ada beberapa jenis yang bisa dibedakan dari penyebabnya. Diantaranya ada batuk kering, batuk berdahak, batuk bronchitis, batuk asma dan batuk pertusis atau lebih dikenal dengan nama batuk rejan.
Batuk terjadi karena adanya benda asing atau sesuatu yang merangsang selaput lendir di tenggorokan atau cabang batang tenggorokan. Biasanya disertai dengan rasa gatal. Benda asing tersebut dikeluarkan oleh tubuh melalui batuk. Benda asing itu bisa berupa debu, alergi atau kuman.
Di zaman moderen seperti sekarang ini, banyak sekali obat batuk tersedia di pasaran. Mulai dari yang berbahan kimia, maupun yang berasal dari ekstrak herbal. Nah, kali ini saya akan mengajak Anda membuat ramuan tradisional untuk mengobati batuk. Tentunya dengan bahan-bahan alami yang mudah didapatkan di sekitar Anda.
Batuk sendiri ada beberapa jenis yang bisa dibedakan dari penyebabnya. Diantaranya ada batuk kering, batuk berdahak, batuk bronchitis, batuk asma dan batuk pertusis atau lebih dikenal dengan nama batuk rejan.
Batuk terjadi karena adanya benda asing atau sesuatu yang merangsang selaput lendir di tenggorokan atau cabang batang tenggorokan. Biasanya disertai dengan rasa gatal. Benda asing tersebut dikeluarkan oleh tubuh melalui batuk. Benda asing itu bisa berupa debu, alergi atau kuman.
Di zaman moderen seperti sekarang ini, banyak sekali obat batuk tersedia di pasaran. Mulai dari yang berbahan kimia, maupun yang berasal dari ekstrak herbal. Nah, kali ini saya akan mengajak Anda membuat ramuan tradisional untuk mengobati batuk. Tentunya dengan bahan-bahan alami yang mudah didapatkan di sekitar Anda.
Obat Batuk Tradisional
Di sekitar kita, ternyata banyak sekali bahan-bahan yang bisa digunakan untuk mengobati batuk. Diantaranya jahe, jeruk nipis, kapulaga, kayu putih, dll.
Asam Jawa dan Gula Merah
Bahan: 10 gram daging buah asam jawa, gula merah secukupnya, dan air panas sebanyak satu gelas.
Cara pengobatan: Daging buah asam jawa diseduh dengan segelas air panas, kemudian ditambahkan gula merah secukupnya. Minum ramuan tersebut sewaktu masih hangat.
Cabe Jawa dan Madu
Bahan: 6 gram buah cabe jawa kering, madu secukupnya.
Cara pengobatan: Cabe jawa kering ditumbuk hingga halus, kemudian diminum bersama dengan satu sendok makan madu satu kali sehari. Lakukan pengobatan ini secara rutin sampai batuk sembuh.
Ramuan Jeruk Nipis
Bahan: 1 buah jeruk nipis, kapur sirih secukupnya dan gula batu juga secukupnya.
Cara pengobatan: Buah jeruk nipis dibelah menjadi dua bagian. Bagian yang terbelah dibalur dengan kapur sirih, lalu diamkan beberapa saat. Setelah itu, kulit luar dibakar sampai berbuih. Air jeruk diperas, lalu tambahkan gula batu. Setelah tercampur rata, air perasan tersebut lalu diminum.
Buah Kapulaga
Buah kapulaga atau disebut kapol, ternyata juga berkhasiat untuk mengobati batuk. Caranya, ambil 5 butir buah kapulaga dan satu gelas air bersih. Buah kapulaga dicuci bersih, kemudian direbus dengan satu gelas air hingga mendidih. Minum air rebusan kapulaga tersebut selagi masih hangat.
Daun Kayu Putih
Tanaman kayu putih biasanya diambil minyaknya untuk digunakan sebagai minyak telo yang sifatnya menghangatkan. Namun ternyata daun kayu putih juga bisa digunakan untuk menyembuhkan penyakit batuk. Caranya, rebus 10-15 gram daun kayu putih dalam tiga gelas air hingga tersisa satu gelas. Kemudian airnya diminum sekaligus selagi masih hangat.
Cara Mengobati Batuk Kering
Batuk kering adalah batuk yang terjadi tanpa disertai dahak atau riak dan tanpa sekresi pada saluran napas. Akibatnya, terjadi iritasi pada saluran tenggorokan dan timbul rasa sakit.
Umbi Bidara Upas
Bidara upas merupakan nama salah satu jenis umbi-umbian. Selain enak dimakan, seperti singkong rebus ternyata ubi yang satu ini berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit. Salah satunya batuk. Caranya ambil umbi bidara upas sebanyak satu jari saja. Kemudian dipotong-potong tipis, lalu dikunyah dan telan airnya. Sementara ampasnya dibuang.
Jahe Merah
Sudah sejak lama jahe dikenal sebagai rempah berkhasiat mengobati penyakit, termasuk batuk kering. Caranya seperti umbi bidara upas, yaitu dengan dikunyah kemudian airnya ditelan semnatar ampasnya dibuang.
Cara Mengobati Batuk Berdahak
Batuk berdahak disebabkan oleh adanya peradangan pada lapisan lendir saluran pernapasan. Ada batuk berdahak akut karena infeksi disebabkan oleh bakteri atau virus, misalnya tubercolosa, influenza, dan campak. Berikut ini ramuan tradisional untuk menyembuhkannya:
Bahan: Air jahe 2 sendok makan, Air kunyit 2 sendok makan, Perasan air satu buah jeruk nipis, Madu asli satu 1 sendok makan.
Cara pengobatan: Parut jahe dan kunyit lalu campurkan dengan sedikit air dan saring untuk menghasilkan air jahe atau kunyit. Peras 1 buah jeruk nipis dan saring ke dalam gelas, lalu campurkan 2 sendok makan air jahe dan kunyit, serta 1 sendok madu asli. Minum ramuan tersebut setiap hari.
Oke, saudara-saudara sekalian, sebangsa setanah air dan seperjuangan. Semoga ramuan tradisional tersebut mampu menyembuhkan batuk yang Anda derita. Selamat malam.
Langganan:
Postingan (Atom)



